Home » Kesehatan » Tips Membidik Generasi Z Yang Perlu Diketahui Para Pemasar

Generasi Z atau Gen Z merupakan salah satu generasi yang sering kali menjadi perbincangan para pemasar didalam beberapa waktu belakangan ini. Mereka sangat terbuka dengan teknologi yang baru dan juga akan tergila gila dengan micro storytelling. Generasi Z ini lahir pada tahun 1996 hingga 2010 yang menurut Rama Mamuaya selaku Founder dan Chief Executive DailySocial.id mengatakan jika mayoritas Generasi Z ini memiliki karakter yang narsis. Generasi Z ini kemungkinannya secara mayorotas didalam menggunakan media sosial akan membentuk karakter narsis. Ada berbagai fitur yang sedang populer saat ini seperti YouTube Live, Instagram Live, ataupun Facebook Live yang akan mendorong hasrat para Generasi Z untuk mendapatkan pengakuan.

Generasi Z ini membutuhkan apresiasi dari kawan kawannya atas aktivitas yang telah mereka pamerkan di media sosial. Generasi Z ini terhadap teknologi yang baru sangat terbuka, dan tingkat adaptasi yang Generasi ini miliki sangat tinggi. Tetapi sayangnya mereka tidak akan mudah tertarik pada sebuah iklan. Jika kondisinya seperti ini maka apa yang harus dilakukan pemasar didalam membidik Generasi Z. Berikut tips membidik Generasi Z yang perlu diketahui para pemasar diantaranya yaitu :

  1. Harus Memahami Aktivitas Digital Generasi Z

Yang jelas para pemasar ini harus bisa memahami aktivitas digital yang dilakukan oleh kalangan Generasi Z. Memang mirip dengan Generasi Milenial tetapi Generasi Z ini akan lebih mengarah kepada produk sedangkan Milennials mengarah kepada services.

  1. Membidiknya Melalui Konten Konten Yang Bersifat Micro Storytelling

Para Generasi Z ini akan lebih suka mengkonsumsi konten konten yang sifatnya itu micro storytelling. Generasi ini sangat menyukai hal hal yang singkat dan biasanya dalam bentuk Video. Secara umum ini sangat mirip dengan Twitter tetapi bentuknya itu storytelling yang berupa video. Jika didalam Twitter ada microbloggingnya yang sekarang ini dikenal dengan istilah micro storytelling seperti IG story atau SnapChat Story. Dan faktanya sebanyak 27 % dari populasi Generasi Z akan menonton video secara online didalam setiap harinya, 26 % lainnya secara mingguan, dan 22 % lainnya secara bulanan.

  1. Membidiknya Dengan Musik

Para pemasar juga bisa membidiknya melalui musik yang bisa dijadikan salah satu cara pemasaran yang bisa digunakan didalam membidik para Generasi Z. Sebuah studi di Indonesia menemukan jika Generasi Z ini lebih menyukai musik jika dibandingkan dengan Generasi Milenial. Google pun menemukan jika sebanyak 93 % dari populasi Generasi z menggunakan smartphone yang dimilikinya untuk mendengarkan musik. Sehingga para pemasar ini bisa membentuk sebuah kolaborasi konten pemasaran yang merupakan gabungan antara Video dengan musik sebagai upayanya untuk membidik Generasi tersebut.

Yang perlu diperhatikan adalah para pemasar ini harus mampu mengakomodir naluri narcissistic dari mayoritas Generasi tersebut dengan mewadahi mereka didalam berkreativitas dan juga menunjukkan dirinya kepada masyarakat umum.

Itulah tips membidik Generasi Z yang perlu diketahui para pemasar. Tetapi sebelum para pelaku industri ini memulai membidik Generasi Z sebagai target pasarnya, maka mereka harus mempelajari terlebih dahulu beberapa karakteristik yang ada didalam Generasi Z.  Berikut 3 karakteristik Generasi Z yang perlu dipelajari pelaku industri seperti Generasi yang mahir menggunakan internet dan media sosial, Generasi yang menyukai sesuatu yang instan dan tidak bertele tele, serta akan membuka diri terhadap hal hal yang baru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*