Home » Lain lain » Bali United dan Kisah Tak Kasat Mata IPO

Senin (17/6) siang WIB jadi hari paling sejarah buat Bali United, mungkin juga buat sepak bola Indonesia. Soalnya, salah satu tim asal Pulau Dewata untuk pertama kalinya resmi mencatatkan sahamnya di bursa efek Indonesia. Bola Nusantara yang diwakili oleh Bung Tara secara khusus diundang untuk mengikuti seluruh rangkaian acara. Bagaimana kisahnya?

Tapi sebelum berbicara soal penekanan bel Bali United yang menghebohkan itu, ada baiknya kita naik ke mesin waktu dan mundur sehari sebelumnya. Sabtu (15/6), Bung Tara dihubungi oleh manajemen Bali United, dan ditanya kesediannya meliput seluruh rangkaian acara pencatatan saham Bali United di Bursa Efek Indonesia. Tanpa banyak basa-basi, Bung Tara langsung setuju mengingat ini adalah bagian dari sejarah baru sepak bola Indonesia.

Kejutan tak berhenti sampai disitu! Bisa dibilang, namanya rezeki memang sudah diatur. Bung Tara pun ditawari untuk mengikuti kegiatan lain yakni meliput aktifitas 7 pemain Bali United plus sang pelatih yang turut hadir dalam acara nanti.

Ketujuh pemain itu adalah Ricky Fajrin, Kadek Agung, Paulo Sergio, Wawan Hendrawan, Irfan Bachdim, Ilija Spasojevic, dan Sutanto Tan. Sementara sang pelatih, tentu saja sudah pasti Stefano Cugurra alias Teco.

Setelah setuju, tak berselang lama sebuah email meluncur ke ke handphone Bung Tara. Dalam surat elektronik itu tertulis rundown acara para pemain selama di Jakarta. Kapan pemain mendarat di bandara Soekarno-Hatta, sampai jam berapa pemain makan siang, tertulis di email tersebut. Bung ambil kesimpulan, berarti nyaris seluruh kegiatan pemain Bali United bisa diliput! Wow!

Hari berganti, Bung Tara bersiap mempersiapkan beberapa alat ‘perang’ untuk liputan macam laptop, handphone hingga kamera. Semua persiapan harus matang, demi bisa menangkap setiap momen yang bisa diabadikan. Maklum momen kaya gini so pasti ga mungkin bakal dilewatkan gitu aja. Saking inisiatifnya, Bung Tara mengambil telepon genggam dan mengirimkan pesan whatsapp ke pihak Bali United.

Isinya menawarkan diri untuk ikut menjemput para pemain di bandara. Beruntungnya, pihak Bali United dengan senang hati menyetujui itu. Bung Tara dapat kesempatan untuk menjemput lima pemain yakni Wawan Hendrawan, Paulo Sergio, Sutanto Tan, Yabes Roni dan Kadek Agung di bandara Soekarno-Hatta.

Minggu (16/6) tepatnya pukul 14:00 WIB, mobil datang menjemput. Bung Tara langsung melangkahkan kaki menuju kotak beroda itu dan masuk lewat pintu samping. Perjalanan menuju bandara Soekarno-Hatta memakan waktu sekitar 45 menit. Sambil menunggu, Bung Tara membuka laptop dan berselancar di internet untuk mengetahui apa yang sedang hangat di Bali United.

Waktunya pun tiba, Paulo Sergio dan Sutanto Tan datang duluan. Sementara Wawan, Kadek Agung dan Yabes Roni masih sibuk mengurusi bagasi. Sembari menunggu Bung Tara bercengkrama dengan dua pemain tersebut. Paulo lebih sering berdiam, sementara Sutanto dengan semangat menceritakan hobinya. “Saya tuh beda sama anak-anak jaman sekarang, saya kalau lagi punya waktu luang pasti main ke pantai. Ga pernah saya dikamar aja kaya main game seperti Mobile Legends atau PUBG. Beda deh sama Ricki (Fajrin) dia sering banget main game,” ungkapnya.

Saat sedang asik mengoborol, tiba-tiba tiga pemain lain, Wawan, Yabes dan Kadek Agung datang. Tak lama kita langsung mengambil tas dan beranjak masuk ke mobil. Tujuan berikutnya adalah gaming house tim esports Bali United, Island Of God (IOG). Para pemain tadi diagendakan berkolaborasi dengan IOG dalam suatu konten. Alasan ini pula yang membuat Bung Tara menanyakan Sutanto apakah dia suka main game mobile? Ternyata jawabannya tidak, waduh bakal nyambung ga yah kolaborasi konten sama IOG nanti?

Paulo Sergio dan Keanehan Game Mobile Legends

Perjalanan dari Bandara menuju markas IOG di kawasan Sunrise Garden, Kedoya memakan waktu 30 menit. Di dalam mobil para pemain lebih sibuk dengan telepon genggam masing-masing. Sesekali Bung Tara mencoba memecah keheningan dengan melemparkan pertanyaan ringan. Oiya di mobil Bung Tara, ada Paulo, Kadek Agung, Wawan Hendrawa, Sutanto Tan dan Yabes Roni.

“Gimana Bes kondisi Jakarta di malam hari?,” tanya Bung Tara.

“Bagus ya, gedungnya tinggi, walau kita mendongak aja ga keliatan ujungnya,” ujar Yabes yang diikuti dengan ketawa kecil Kadek Agung.

Setelah canda dari Yabes situasi mulai mencair. Beberapa kali Bung Tara terlibat obrolan ringan, seperti membahas soal latihan, performa Bali United saat ini dan cerita Kadek Agung di Timnas Indonesia U-23, bahkan akhirnya Bung Tara tahu kenapa Paulo Sergio sering memakai kata ferinhadi postingan Instagram pribadinya.

“Hey piranha,” kata Wawan kepada Paulo.

“Bukan piranha tapi ferinha,” jawab Paulo.

“Emang apa arti kata ferinha Paulo,” tanya Bung Tara.

“It means Brother (itu artinya saudara). Cuma dia (Wawan) selalu menggoda saya dengan kata piranha,” cetus mantan pemain Bhayangkara FC. Kami pun semua tertawa di dalam mobil.

30 menit berlalu, kami akhirnya tiba, mobil yang kami tumpangi berhenti di teras House Gaming IOG. Para pemain turun dan langsung masuk ke dalam untuk menyantap makan malam. Saat itu, pukul 18:30 WIB. Bung Tara juga langsung membuka dan menyantap makanan yang telah disediakan. Saat sedang lahap makan, Bung Tara mendengar dari kejauhan.

“Paulo Sergio makanannya beda. Sudah disiapkan?,” tanya salah satu crew.

“Oh sudah kok,” timpal crew lainnya.

Bung Tara pun penasaran dengan makanan khusus Paulo Sergio. Sembari beranjak dari kursi, Bung Tara menghampiri Paulo. Terlihat makanan yang disantap Paulo adalah ayam panggang dan salad. Wah tampaknya makanan khusus atlet ya! Tidak digoreng. Mungkin ini rahasia kehebatan Paulo di lapangan! Hmm

Waktu makan malam usai, para pemain bersiap untuk shooting bersama pemain IOG. Mereka berganti kostum dan kini memakai jersey Bali United.

Bung Tara memantau jalannya shooting dengan cermat. Yabes Roni ditunjuk pertama kali untuk melakukan shooting dengan tim freefire wanita IOG. Saat shooting, Yabes tampak sangat nyaman. Tak terlihat sedikit rasa kagok atau canggung. Semua arahan disikat Yabes tanpa sekalipun pengulangan. Mungkin ini bakat tersembunyi Yabes. “haha gak lah mas, ini cuma mengikuti saja arahan. Mungkin jadi lebih mudah karena shooting bareng cewek,” candanya.

Berbeda dengan Yabes, Paulo Sergio justru banyak sekali melakukan pengulangan pengambilan gambar. Bukan karena tidak bisa, tapi pemain asal Portugal ini banyak sekali bercanda dengan para pemain IOG dan crew. Tak jarang, Paulo juga sering salah dalam pelafalan berbahasa Indonesia.

“Coba menjem (maksudnya pinjam), seru sekali ya. Crazy Game!,” kata Paulo yang langsung disusul ketawa crew IOG.

Meski sering selip lidah, Paulo berhasil menyelesaikan semua arahan shooting bersama IOG. Usai dari Gaming House, para pemain langsung meluncur ke hotel. Oiya, konten kolaborasi Bali United dan IOG bisa disaksikan di channel Youtube Bali United.

Azab Wawan Hendrawan

Ada kejadian lucu saat pemain meninggalkan gaming house IOG menuju hotel di kawasan SCBD, Kuningan. Kali ini, Bung Tara berada satu mobil bersama Wawan Hendrawan dan keluarga. Keluarga Wawan terdiri dari sang istri dan dua anaknya. Bung Tara duduk di belakang bersama istri dan anak Wawan. Sementara Wawan duduk di depan sambil memangku anak lelakinya yang berumur 8 tahun.

Wawan memang terlihat dekat dengan anak laki-lakinya itu. Mereka sering menggoda satu sama lain yang diakhiri dengan tawa. Ada salah satu momen dari keakraban keduanya yang membuat seisi mobil terpingkal-pingkal.

Baca juga: Spasojevic Beli Saham Bali United, Media Montenegro Takjub

“Pah, bapak pernah kena azab ya?,” tanya anak Wawan penasaran.

“Enak aja, papa mah orang baik ga pernah kena azab,” jawab Wawan.

“Itu waktu dulu, waktu kaki papa sakit. Itu kan sama aja kena azab gara-gara papa sombong sama Gonzales (Cristian Gonzales – striker PSIM),” jelas anak Wawan.

Mendengar pertanyaan itu kami semua yang berada di dalam mobil langsung tertawa. Agaknya sang anak mengingat momen ketika Wawan Hendrawan berhasil mementahkan peluang dari Cristian Gonzales saat keduanya beradu di lapangan. Pada saat itu, Wawan mungkin melakukan selebrasi karena berhahsil menghentikan Gonazales. Gaya itu ternyata dianggap sombong oleh sang anak! hehe

“Itu mah bukan azab, cuma sakit doang. Namanya juga pemain bola,” jawab Wawan sembari mencium anak laki-lakinya.

Mobil pun akhirnya tiba di salah satu hotel di kawasan SCBD. Wawan dan pemain lain langsung check in dan menuju kamar masing-masing untuk beristirahat. Para pemain pun berpamitan dengan Bung Tara untuk beristirahat. “Saya istirahat dulu ya, mas!” ucap Wawan.

Acara Puncak Penekanan Bel Bali United

Keesokan harinya acara yang ditunggu pun tiba. Bertempat di gedung Bursa Efek Indonesia, area ini disulap bernuansa Bali United. Pernak-pernik Bali United nyaris ada di setiap sudut hall utama BEI. Dari banner sampai jersey terpampang. Ada juga total 1500 bola berlogo Bali United yang menghiasi lantai main hall BEI.

Bung Tara hadir di lokasi pada pukul 08:00 WIB. Acara sendiri dimulai pada pukul 09:00 WIB. Melihat masih ada waktu, Bung Tara berkeliling sembari melihat panggung utama, banner Bali United hingga cosplayer mobile legends yang memakai kostum hero Gatot Kaca dan Eudora.

Waktu berlalu, para tamu undangan mulai berdatangan. Ada presenter kondang seperti Farhan hingga Andy F Noya. Ada juga komentator sepak bola seperti Ponaryo Astaman dan Valentino Jebret hadir.

Dari sisi tamu VIP turut hadir juga PLT Ketum PSSI, Iwan Budianto, Sekjen PSSI, Ratu Tisha Desria, Direktur PT LIB, Dirk Soplanit hingga Manajer Madura United, Haruna Soemitro.

Para pemain Bali United seperti Wawan, Kadek Agung, Irfan Bachdim, Yabes Roni, Sutanto Tan, Ricky Fajrin, Ilija Spasojevic hingga pelatih Stefano Cugurra tiba dengan memakai jersey Bali United. “Udah disini aja mas, ramai juga ya yang dateng,” sapa Kadek Agung kepada Bung Tara.

Para pemain pun langsung menuju ruang VIP untuk bersiap mengikuti rangkaian acara. Acara sendiri dimulai dengan kata sambutan dari Direktur BEI, Inarno disusul pidato CEO Bali United, Yabes Tanuri.

Usai acara para tamu yang hadir langsung mengambil bola yang terhampar dilantai BEI. Mereka semua sibuk berburu tanda tangan para pemain dan pelatih Bali United. Bak selebritis terkenal, para pemain dengan sabar memberikan tandan tangan di bola milik fans, bahkan sampai berfoto.

“Tidak apa-apa, saya senang bisa membuat fans bahagia walau hanya lewat foto dan tanda tangan,” kata Spasojevic.

Acara pun akhirnya selesai, para tamu VIP masing-masing meninggalkan tempat acara. Para pemain juga langsung menuju mobil untuk pergi ke bandara Soekarno Hatta dan pulang ke Bali.

“Terima kasih mas udah ditemenin. Kapan-kapan datang ke Bali nanti kita ngobrol lagi disana,” kata Kadek Agung.

Setelah itu semua pemain dan pelatih langsung meluncur dan meninggalkan kawasan Bursa Efek Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*