Home » Lain lain » Opini.id Wadah Opini Kekinian

opini.id

Salah satu faktor yang menentukan kemajuan sebuah negara adalah pola pikir yang dimiliki masyarakatnya. Setidaknya itulah latar belakang Frandy W. Sugianto bersama tiga rekannya untuk mendirikan Opini.id. Opini.id merupakan sebuah platform yang menggabungkan antara media sosial dan media berita https://opini.id/community. Dengan unsur media sosial, pengguna bisa melakukan interaksi dengan mengajukan pertanyaan, opini, hingga melakukan voting kepada pengguna lain. Selain itu, Opini bisa menjadi media untuk berbagi informasi-informasi terkini dalam bentuk infografis, foto, maupun video. Untuk menggunakan Opini, pengguna hanya perlu mendaftar dengan mengisi nama, alamat email, kata sandi, dan tempat tinggal. Setelah mengkonfirmasi pendaftaran, pengguna akan diberi opsi untuk memilih tiga atau lebih topik yang diminati. Pilihan yang ditawarkan merupakan topik-topik yang sedang hangat dan menjadi perhatian publik seperti Kelakuan Aparat Kita, Balada Anggaran Bodong, Hipster Itu Asik, dan lainnya.

Topik-topik yang dipilih tersebut akan menentukan berita-berita yang muncul pada halaman Beranda. Pengguna kemudian bisa memberi opini, mengikuti, dan membagikan berita-berita yang muncul pada halaman Beranda mereka. Frandy mengklaim pengunjung unik website ini mencapai 1,5 juta setiap bulan. Namun, saat saya coba tampaknya belum banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan Opini.id. Pasalnya walau banyak posting berita yang ditampilkan dalam Beranda, sebagian besar masih minim opini dari pengguna lain. Disinggung mengenai cara memonetisasi, Frandy mengungkapkan bahwa pihaknya menerapkan model bisnis berupa ruang untuk beriklan, konten marketing, dan juga riset. Di Indonesia sendiri tentu sudah ada beberapa platform yang juga menyediakan wadah bagi opini publik, seperti platform petisi Change.org dan aplikasi pengaduan tayangan TV Rapotivi.

Opini.id resmi didirikan pada bulan Oktober tahun lalu oleh Frandy selaku CEO, Indra Bigwanto selaku founder dan Editor in Chief, Michael Wonosaputra selaku Product Lead, dan Mudhita Dharmasaputra yang bertindak sebagai Managing Director. Media ini didirikan dengan visi utama menjadi wadah untuk melontarkan opini bagi masyarakat Indonesia. Opini.id mempunyai misi untuk memfasilitasi dan mendukung opini-opini publik yang dapat mendorong kemajuan Indonesia. “Kami percaya bahwa opini itu tidak ada yang benar atau salah, maka dari itu jangan takut. Diam bukan pilihan!” ungkap Frandy kepada Tech in Asia. Salah satu alasan Opini.id mengadopsi konsep homeless media adalah agar konten yang diciptakan dapat disampaikan secara tepat sasaran ke berbagai kalangan massa.

Menenai hal ini Mudhita Dharmasaputra, menjelaskan tiga komponen utama dalam konsep homeless media. Pertama yakni dari perspektif konten. Tim editorial mengalami perubahan untuk menjadi lebih adaptif dan juga mengenal karakter pada tipe dari platform yang akan digunakan sebagai kanal. Kedua dari perspektif bisnis. Sisi konten pemasaran dianggap Opini.id sebagai keunggulan kompetitif untuk mencari pemasukan. Mudhita mengatakan komponen terakhir adalah dari perspektif pemasaran. Opini.id tentunya menyesuaikan pemahaman terhadap massa masing-masing platform, dan juga akan menyesuaikan cara melakukan aktivitas pemasaran. Dalam acara yang sama juga diungkapkan data mengenai posisi-posisi media sosial di Indonesia. Berdasarkan survei mobile JAKPAT pada Januari 2016, Facebook masih menjadi platform media sosial nomor satu di Indonesia. Ia diikuti secara berurutan oleh Instagram dan Twitter. Disebutkan juga dalam penelitian tersebut, sebanyak 62 persen responden membuka akun Facebook mereka lebih dari 2-3 kali sehari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*