Home » Wisata » Wisata Lubang Sewu Erorejo Wisata Wonosobo

Belum lama ini kita membahas situs wisata Kuil Dieng di kawasan wisata Dieng Wonosobo, kali ini kita akan menemukan lagi tur kota baru, tempat sampah Erorejo. Kota Wonosobo terkenal dengan keindahan alamnya, sehingga beberapa dari mereka belum mengunjungi kota wisata yang asyik ini, mulai dari daerah Dieng yang terkenal hingga yang terakhir, tur Lubang Sewu Erorejo. Banyak orang mencari informasi tentang objek wisata alam di sewuhul mulai dari lokasi hingga harga untuk akses ke objek wisata ini. Wisata selokan di Erorejo adalah salah satu tujuan baru di Kota Wonosobo sejak pertama kali diresmikan pada tahun 2015 dan masih belum dikenal sebagai dataran tinggi Dieng, tetapi sifat yang ditawarkan benar-benar luar biasa.

Lokasi Lubang Sewu Erorejo
Lubang Sewu terletak di desa Erorejo, di distrik Wadaslintang, Wonosobo, tepatnya di daerah cagar Wadaslintang. Pergi ke daerah perbatasan antara Wonosobo dan Kebumen untuk pergi ke tujuan ini. Untuk perjalanan dari Kota Wonosobo melalui Banjarnegara menuju persimpangan Sawangan, kemudian melewati Kaliwiro dan menuju Wadaslintang, Desa Wisata Erorejo Lubang Sewu ditulis dengan jelas, jarak yang ditempuh oleh Wonosobo sekitar 43 km.

Sejarah lubang wisata Sewu Erorejo
Sejarah lubang selokan di Erorejo belum diketahui, tetapi tempat ini telah ada sejak zaman kuno sebagai tempat memancing dengan penduduk setempat. Lubang sakit itu tidak tersebar luas oleh media sejak pertama kali diresmikan pada tahun 2015. Penduduk yang antusias mulai di sana ketika semakin banyak pengunjung ke Lubang Sewu Erorejo mendekati liburan mereka, ribuan wisatawan datang ke tempat ini untuk menikmati keindahan tebing dan pemandangan ke waduk Wadaslintang tidak mengambil beberapa foto dan menyebarkan keindahan lubang selokan ke media sosial. Asal usul nama lubang selokan berasal dari sejarah orang-orang di sekitar ketika ombak kadang-kadang melihat ribuan lubang dan bebatuan terkikis oleh air seperti karang atau ngarai besar yang kecil dan indah, tempat wisata ini dikatakan sebagai tujuan musiman karena beberapa kali batu turun selama musim hujan. Di desa Erorejo ada juga sekelompok nelayan air tawar yang memiliki sekitar 40 kepala keluarga yang biasa melayani ikan di waduk Wadaslintang ketika musim penangkapan yang melimpah dapat menghasilkan 1 kwt ikan segar per hari, tidak heran jika banyak orang, dengan hobi memancing mengunjungi tempat ini hanya menikmati keindahan Erorejo sambil menyalurkan hobinya memancing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*